10 Fakta Menarik Said Soekanto Tjokrodiatmodjo, Kapolri Pertama Kepercayaan Bung Karno

Ricko Setya Bayu Pradana Junior, Jurnalis
Rabu 03 Juli 2024 07:29 WIB
Raden Said Soekanto Tjokrodiatmojo (Wikipedia)
Share :

JENDERAL (Purn) Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo merupakan Kepala Kepolisian Republik Indonesia atau Kapolri pertama dalam sejarah. Soekanto dipercaya oleh Presiden Soekarno memimpin Polri di awal kemerdekaan pada 1945-1959.

Soekanto berjasa membenahi pendidikan dan menggagas Akademi Polisi Mertoyudan selepas peninggalan penjajahan Belanda. Ia dijuluki Bapak Kepolisian RI.

Soekanto ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Jokowi melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 117/TK/Tahun 2020.

Berikut fakta-fakta mengenai Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo :

1. Tanggal Lahir

Said Soekanto lahir pada 7 Juni 1908 di Bogor, Jawa Barat. Ia lahir di tengah era kolonial Belanda, yang memberikan latar belakang sejarah dan sosial yang mempengaruhi kehidupannya.

2. Pendidikan

Said Soekanto telah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Hukum (Recht Hoge School) di Batavia pada tahun 1933. Pendidikan tinggi di bidang hukum ini menjadi dasar penting bagi kariernya di kepolisian, memberikan pemahaman mendalam tentang hukum dan keadilan.

3. Jabatan

Pada 29 September 1945, ia diangkat sebagai Kapolri pertama oleh Presiden Soekarno. Pengangkatan ini terjadi tak lama setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, menunjukkan kepercayaan besar yang diberikan kepada Soekanto untuk membangun kepolisian nasional.

Soekanto menjabat Kapolri hingga 14 Desember 1959. Selama 14 tahun memimpin Polri, ia menghadapi beragam tantangan awal kemerdekaan.

4. Pencapaian

Soekanto membentuk polisi negara yang profesional dan berintegritas. Soekanto berusaha keras untuk membangun kepolisian yang tidak hanya berfungsi sebagai penegak hukum tetapi juga berperilaku sesuai dengan nilai-nilai profesionalisme dan integritas.

Ia telah mendirikan Sekolah Polisi Negara (SPN) dan Akademi Kepolisian (Akpol) untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kepolisian. Inisiatif ini bertujuan memastikan bahwa anggota kepolisian memiliki pendidikan dan pelatihan yang memadai untuk menjalankan tugas mereka.

Selain itu Soekanto juga memodernisasi kepolisian serta membangun dasar-dasar organisasi dan administrasi kepolisian yang kokoh. Soekanto melakukan berbagai reformasi struktural untuk memastikan bahwa kepolisian dapat beroperasi secara efektif dan efisien.

5. Pengabdian Pasca-Kepemimpinan

Setelah pensiun dari jabatan Kapolri, Soekanto tetap aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan, termasuk mendirikan yayasan yang berfokus pada peningkatan pendidikan anak-anak kurang mampu, menunjukkan komitmennya untuk memajukan generasi muda Indonesia.

6. Pengakuan dan Penghargaan

Nama Said Soekanto diabadikan dalam berbagai institusi dan fasilitas, termasuk Rumah Sakit Said Soekanto yang didirikan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi anggota kepolisian dan masyarakat umum, mencerminkan penghormatan dan pengakuan terhadap kontribusinya yang besar.

7. Wafat

Soekanto meninggal pada 24 Agustus 1993, setelah meninggalkan warisan besar dalam bidang kepolisian dan kemanusiaan.

8. Warisan

Diakui sebagai figur inspiratif yang berjasa besar dalam membangun institusi kepolisian Indonesia, kepemimpinan Soekanto selama masa-masa kritis telah meninggalkan jejak yang kuat dalam sejarah kepolisian Indonesia; dikenang sebagai salah satu pahlawan nasional yang berkontribusi signifikan terhadap keamanan dan kesejahteraan bangsa Indonesia, pengakuan ini menegaskan perannya yang sangat penting dalam sejarah nasional.

9. Kepedulian Sosial

Selain dedikasinya dalam kepolisian, Soekanto juga dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, menunjukkan dimensi lain dari dirinya sebagai pemimpin yang peduli terhadap kondisi sosial masyarakat.

10. Pengaruh Kepemimpinan

Kepemimpinannya meletakkan dasar yang kokoh bagi perkembangan dan profesionalisme kepolisian Indonesia, dengan reformasi dan inisiatif yang ia mulai tetap menjadi fondasi penting bagi kepolisian modern di Indonesia.

(Salman Mardira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya