Namun, data pribadi itu malah digunakan pelaku untuk mengajukan pinjaman. Ditaksir, kerugian yang diderita oleh para korban mencapai angka Rp 1,1 miliar.
Kasus penggunaan data pelamar pekerja tersebut saat ini masih diselidiki lebih lanjut oleh polisi.
(Fahmi Firdaus )