Upaya China Tingkatkan Kepercayaan Pasar di Bawah Xi Jinping Dinilai Gagal

Rahman Asmardika, Jurnalis
Sabtu 27 Juli 2024 14:14 WIB
Presiden China Xi Jinping. (Foto: Reuters)
Share :

Ketidakpuasan di China

Sudah ada ketidakpuasan yang besar di kalangan pensiunan/lanjut usia di China terhadap Xi Jinping karena pemerintah China telah memberlakukan pemotongan tunjangan medis dan sosial lainnya. Di sisi lain, menurut Bloomberg, sejumlah besar dana pensiun bersama telah ditutup karena gagal menarik cukup banyak investor, yang memberikan pukulan telak bagi skema pensiun yang ditujukan untuk populasi lanjut usia di China. Di tengah-tengah ini, aksi protes buruh telah meningkat tajam sejak Agustus 2023.

Menurut Freedom House yang berbasis di New York, protes buruh di China meningkat lebih dari tiga kali lipat pada kuartal keempat tahun 2023 dibandingkan periode sama pada 2022. Analis mengatakan kerusuhan ini terkait kesengsaraan ekonomi China yang sedang berlangsung dan kesulitan yang dihadapi buruh biasa dalam menjalani kehidupan mereka di negara tersebut.

Dalam enam bulan terakhir, terdapat 1.104 aksi mogok di China dan 976 seruan minta tolong dari para pekerja, yang menuntut pembebasan upah mereka, lapor Biro Tenaga Kerja China yang berpusat di Hong Kong pada Januari 2024. Menurut Radio Free Asia, perusahaan bus di Beijing dan kota-kota lain telah mempekerjakan petugas keamanan, sehingga setiap bus memiliki setidaknya dua hingga tiga petugas keamanan untuk mencegah keadaan darurat di tengah gelombang PHK di seluruh perusahaan di China.

Untuk meredakan ketidakpuasan yang berkembang di antara warga China dan membawa dinamika di pasar, upaya terakhir dilakukan pimpinan PKC untuk mengeluarkan kebijakan dan program pada sidang pleno ketiga demi meningkatkan ekonomi negara. Tetapi mengingat respons awal terhadap inisiatif reformasi oleh investor, tampaknya Xi Jinping tidak akan tidur nyenyak di malam hari, kata para analis.

Sebaliknya, mereka mengatakan Xi akan menghadapi tantangan besar dalam menstabilkan ekonomi berorientasi ekspor China karena AS dan Eropa, yang merupakan pasar besar bagi produk China, terus bersikap tegas dalam memperketat pembatasan impor dari negara Asia Timur tersebut.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya