Israel juga menyalahkan Hizbullah dan mengatakan akan menyerang keras kelompok yang didukung Iran itu setelah serangan pada Sabtu (27/7/2024), tetapi Hizbullah telah membantah bertanggung jawab.
Serangan itu menimbulkan kekhawatiran akan konflik yang lebih luas di wilayah tersebut di mana ketegangan telah meningkat karena perang Israel di Gaza. Serangan gencar itu, yang dimulai lebih dari sembilan bulan lalu, telah menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan krisis kemanusiaan besar-besaran di seluruh daerah kantong pantai yang sempit itu.
Layanan ambulans Israel mengatakan 13 orang lainnya terluka oleh roket yang menghantam lapangan sepak bola yang saat itu dipenuhi anak-anak dan remaja.
Sementara itu, kabinet keamanan Israel pada Minggu (28/7/2024) memberi wewenang kepada pemerintah Netanyahu untuk memutuskan cara dan waktu merespons serangan roket di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.
(Susi Susanti)