Megawati Sebut Hubungannya dengan Jokowi Baik-Baik Saja, Begini Penjelasan Istana 

Raka Dwi Novianto, Jurnalis
Rabu 07 Agustus 2024 08:16 WIB
Hubungan Megawati dan Jokowi disebut baik baik saja
Share :

JAKARTA - Istana mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih tetap menjalin komunikasi dan silahturahmi dengan siapapun termasuk kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Hal tersebut menanggapi pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang memastikan hubungannya secara pribadi baik dengan Jokowi. Hanya saja, Megawati menolak wacana presiden tiga periode karena melanggar konstitusi.

"Presiden Jokowi tetap membuka komunikasi dan menjaga silaturahmi dengan siapa saja, apalagi silaturahmi dengan Ibu Megawati Soekarnoputri dan Tokoh-tokoh bangsa," kata Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana dalam keterangannya, Rabu (7/8/2024).

Terkait wacana tiga periode, Ari menegaskan bahwa Presiden sejak awal sudah bersikap tegas yakni patuh dan taat pada konstitusi.

"Terkait dengan narasi 3 periode yang selalu dikaitkan dengan Presiden Jokowi, perlu ditegaskan bahwa sejak awal saat wacana itu muncul, sikap Presiden Jokowi sangat jelas, beliau patuh dan taat pada Konstitusi. Kewenangan untuk perubahan konstitusi sepenuhnya domain MPR, bukan ditentukan oleh Presiden," kata Ari.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mendengar banyak yang menyoroti soal relasi dirinya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia memastikan hubungannya secara pribadi baik dengan Jokowi. Hanya saja, Megawati menolak wacana presiden tiga periode karena melanggar konstitusi.

"Lho enaknya lho dia ngomong gitu. Saya sama presiden baik-baik saja. Memangnya kenapa? Hanya karena saya dikatakan karena saya tidak mau ketika diminta tiga periode atau karena saya katanya tidak mau memperpanjang? Lho, saya tahu hukum kok," ujar Megawati saat sambutan penyerahan duplikat bendera pusaka kepada seluruh gubernur se-Indonesia di Balai Samudra, Jakarta, Senin (5/8/2024). 

 

"Mana yang ahli hukum angkat tangan. Itu kan ranahnya namanya konstitusi. Saya tidak punya hak lho mengatakan boleh atau tidak. Itu kan mesti MPR. Karena apa? Ketika dari yang namanya presiden seumur hidup itu waktu reformasi kan diubah. Itu TAP MPR. Saya tanya kepada ahli tata negara, apakah MPR yang sekarang disamakan ini, TAP-nya masih berlaku? Yes. Ada yang mau menyanggah? Ahli hukum tata negara? Ya silakan," sambungnya.

Megawati menyatakan hanya ingin berbicara tentang kebenaran. Dia tidak ingin Republik ini rusak.

 "Dan rusaknya oleh kalian sendiri. Orang Indonesia yang sudah tidak merasa lagi yang namanya kita harus bergotong-royong, harus kekeluargaan, tidak ada lagi yang namanya Bhinneka Tunggal Ika. Bagaimana ya terus kalian mau jadi apa? Elite saja. Wah, kalau dibilang elite, luar biasa," ujarnya.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya