Rumor tersebut dipicu oleh beberapa tokoh sayap kanan, termasuk Tommy Robinson dan Andrew Tate, yang memposting tentang mereka di media sosial. Secara terpisah, Nigel Farage mempertanyakan apakah polisi yang mengatakan serangan itu tidak berhubungan dengan teror sudah berkata jujur.
Akun dengan nama @europeinvasionn dan @endwokeness juga mengunggah informasi palsu yang menjangkau jutaan orang di X dan Telegram.
Kerusuhan pun tak terelakan. Pada hari-hari berikutnya, perusuh anti-imigrasi menyebabkan kerusakan di kota-kota di seluruh negeri. Banyak masjid, perpustakaan, dan pusat Konsultasi Warga menjadi sasaran. Selama akhir pekan, hotel-hotel yang menampung pencari suaka diserang.
Sekelompok orang, banyak dari luar kota, melemparkan batu bata ke polisi dan masjid setempat, membakar dan melempar botol. Akibatnya lebih dari 50 petugas terluka.
Polisi mengatakan banyak perusuh adalah pendukung sayap kanan. Perdana Menteri (PM) Sir Keir Starmer mengatakan kekerasan yang meningkat sejak itu digambarkan sebagai premanisme sayap kanan.
Sejak saat itu, protes telah diadakan di London, Rotherham, Middlesbrough, Liverpool, Bolton, dan Irlandia Utara di antara tempat-tempat lainnya.
Lebih dari 140 orang telah ditangkap di seluruh negeri sejauh ini. Di Middlesbrough saja, petugas menangkap 43 orang.
Petugas polisi terluka saat mereka mencoba mendorong perusuh kembali, beberapa di antaranya pingsan.
(Susi Susanti)