Komisioner Kompolnas Disarankan Ada yang Berasal dari Tokoh Masyarakat dan Mewakili Dunia Usaha

Khafid Mardiyansyah, Jurnalis
Kamis 08 Agustus 2024 21:23 WIB
Ilustrasi
Share :

JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menyatakan, sudah saatnya Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) memiliki Komisioner dari tokoh masyarakat, yang mewakili dunia usaha  serta memahami practical business issues. 

Pernyataan itu diungkapkan Shinta menanggapi pengumuman Panitia Seleksi (Pansel) Anggota Kompolnas, periode 2024-2028, terkait 36 nama calon yang lolos seleksi tes kesehatan, pada 7 Agustus 2024. 

“Kompolnas sebaiknya mempunyai Komisioner yang  mengerti practical issues di dunia usaha, sehingga terbina sinergisitas yang baik antara Polri, dunia usaha, dan Kompolnas,” kata Shinta di Jakarta, Rabu (7/8/2024).

Shinta mengatakan, kehadiran perwakilan dunia usaha di Kompolnas sebagai Komisioner sangat diperlukan karena akan membantu memastikan bahwa fungsi Polri dalam memberikan perlindungan keamanan dan ketertiban yang sangat dibutuhkan untuk pertahanan dan pembangunan ekonomi bangsa. 

Ia mencontohkan, sinergi antara dunia usaha, Polri dan Kompolnas akan langsung bisa meningkatkan jumlah “polisi” di masyarakat.  Saat ini polisi ada sekitar 450,000 personel.  Dunia usaha mempunyai sekitar 1,6 juta personel penjaga keamanan dalam bentuk Satuan Pengamanan (Satpam).  Satpam ini digaji dan tunduk kepada pengusaha.  Dengan adanya sinergi yang baik, polisi dapat melipatgandakan jumlah “anggota”nya menjadi 4x lipat, memampukan polisi untuk lebih hadir di dalam masyarakat.

“Perwakilan dari dunia usaha itu penting. Kompolnas sebaiknya menjadikan ini sebagai pertimbangan untuk makin mempererat hubungan polisi dan masyarakat.  APINDO menyambut baik ada pengusaha yang lolos sebagai calon komisioner Kompolnas,” jelas Shinta.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya