Kapal Kargo Maju 88 Alami Kebocoran di Perairan Indramayu, 19 ABK Selamat

Andrian Supendi, Jurnalis
Senin 12 Agustus 2024 17:34 WIB
Petugas saat evakuasi Kapal Kargo Maju 88 (foto: dok ist)
Share :

INDRAMAYU - Kapal kargo KM Maju 88, yang tengah berlayar dari Pelabuhan Panjang menuju Pelabuhan Tuban, mengalami kebocoran yang menyebabkan kemiringan kapal hingga 45°. Insiden ini terjadi di perairan Tanjung Indramayu pada posisi 06° 11’ 944" S - 108° 20" 336" E, pada Minggu (11/8/2024) pukul 00.45 WIB.

Informasi yang diperoleh, kronologi kejadian bermula pada tanggal 8 Agustus 2024, pukul 18.30 WIB, ketika KM Maju 88 berangkat dari Pelabuhan Panjang dengan kondisi kapal yang stabil. Setelah dua hari berlayar, pada tanggal 10 Agustus 2024 pukul 16.40 WIB, Mualim Satu yang sedang bertugas di jaga mencatat adanya kemiringan kapal di sisi kanan.

Sang nakhoda bernama Rudianto pun segera menginstruksikan deviasi untuk mencari lokasi berlabuh dan memeriksa kebocoran. Ditemukan bahwa kebocoran terjadi di Tanki Balas Satu di bagian kanan haluan kapal.

Kepala UPP Kepelabuhan kelas III Indramayu, Capt Ujang Sunardi mengatakan, awak kapal mencoba menanggulangi kebocoran dengan menggunakan pompa alkon dan pompa celup, upaya tersebut ternyata gagal. Gelombang besar dari arah timur semakin memperparah kondisi kapal, memaksa nakhoda untuk memutuskan berlabuh jangkar di sekitar perairan Indramayu. 

"Pada tanggal 11 Agustus 2024, pukul 00.15 WIB, setelah kemiringan kapal mencapai 25°, Nakhoda meminta bantuan dari kapal terdekat," kata dia, Senin (12/8/2024).

 

Ujang mengungkapkan, kapal TB PU 1605 yang berada di sekitar lokasi kemudian datang untuk mengevakuasi crew KM Maju 88. Setelahnya pada pukul 01.20 WIB, kapal TB Maide dari Balongan pun tiba dan memindahkan seluruh crew kapal dari TB PU 1605 ke TB Maide. 

"Seluruh kru kapal akhirnya dibawa ke Terminal Khusus Balongan dan tiba dengan selamat pada pukul 04.45 WIB," ungkap dia.

Diketahui, KM Maju 88 merupakan kapal kargo berbendera Indonesia dengan tonase 1537 GT, dioperasikan oleh PT Pranata Line. Tidak ada penumpang atau muatan yang dibawa pada saat kejadian. 

Penyebab sementara kecelakaan ini diduga kombinasi dari faktor alam, yaitu cuaca buruk, dan faktor teknis, yaitu kebocoran di Tanki Balas Satu pada haluan kanan kapal. Investigasi lebih lanjut akan dilakukan oleh pihak berwenang untuk menentukan penyebab pasti dari kecelakaan ini.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya