HIZBULLAH - Hizbullah Lebanon telah melancarkan serangan besar-besaran dengan roket dan pesawat nirawak terhadap posisi-posisi Israel pada Minggu (25/08/2024). Sebelumnya Israel melancarkan apa yang disebutnya serangan pendahuluan terhadap kelompok itu.
Dilansir dari The Hindu News, jumlah roket Katyusha yang diluncurkan hingga saat ini lebih dari 320 ke arah posisi musuh, menurut pernyataan Hizbullah, seraya menambahkan bahwa mereka telah menargetkan 11 pangkalan dan barak Israel, termasuk di Dataran Tinggi Golan yang dianeksasi.
Menurut Air & Space Forces Magazine, roket Katyusha yang disukai Hamas dan Hizbullah biasanya berharga sekitar USD300 (Rp4,6 juta). Sebelumnya juga dikatakan bahwa pihaknya memulai serangan udara dengan sejumlah besar pesawat tak berawak yang menargetkan jauh ke wilayah Israel.
Gerakan yang didukung Iran tersebut telah saling serang dengan Israel untuk mendukung sekutunya Hamas sejak serangan kelompok militan Palestina tersebut pada tanggal 7 Oktober terhadap Israel memicu perang Gaza.
Namun, kekhawatiran akan konflik besar-besaran meningkat setelah Iran dan Hizbullah bersumpah untuk membalas dendam atas pembunuhan bulan lalu. Iran menuduh Israel mejadi dalang pembunuhan terhadap pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran Fuad Shukr, seorang komandan tinggi Hizbullah, di Beirut selatan.
Gerakan Lebanon mengatakan serangannya merupakan respons awal atas pembunuhan Shukr. "Fase pertama telah berakhir dengan kesuksesan total", kata kelompok itu, seraya menambahkan bahwa fase ini bertujuan untuk menargetkan barak dan posisi Israel untuk memfasilitasi masuknya pesawat nirawak serang menuju sasaran jauh di dalam Israel.