NEW YORK - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjanji mengakhiri kekacauan di Timur Tengah saat kampanye terbuka pada Sabtu (7/9/2024). Trump memperingatkan bahwa Israel akan hancur jika Kamala Harris terpilih sebagai Presiden AS.
Berbicara kepada khalayak di Mosinee, Wisconsin, Trump berjanji untuk "mencegah Perang Dunia III," setelah berbicara kepada khalayak tentang berbagai topik mulai dari reformasi Jaminan Sosial hingga penerapan tarif.
"Saya akan mengakhiri kekacauan di Timur Tengah dan saya akan mencegah Perang Dunia III," kata Trump di podium.
"Dan saya satu-satunya yang dapat melakukannya. Saya akan mencegah Perang Dunia III,” lanjutnya.
"Dan jika saya tidak memenangkan pemilihan ini, Israel, dengan kawan Kamala Harris di pucuk pimpinan Amerika Serikat, akan hancur." lanjutnya.
"Israel akan hancur,” tambahnya.
Trump mengakui bahwa klaim tersebut merupakan pernyataan yang keras. Calon dari Partai Republik tersebut memperluas argumennya dan mengatakan bahwa orang Amerika mungkin tidak akan memiliki negara lagi jika Israel dikalahkan.
"Israel akan hilang. Satu tahun, dua tahun. Israel tidak akan ada lagi. Saya lebih baik menang, saya lebih baik menang, atau Anda akan mengalami masalah yang belum pernah kita alami sebelumnya,” ungkapnya.
"Kita mungkin tidak akan memiliki negara lagi. Ini mungkin pemilihan terakhir kita,” tambahnya.
Harris juga menuduh Trump mengancam demokrasi di masa lalu. Bulan lalu, Harris mengatakan bahwa Trump ingin menjadi seorang otokrat.
"Saya tidak akan bersikap ramah kepada para tiran dan diktator seperti Kim Jong-Un, yang mendukung Trump karena mereka tahu dia mudah dimanipulasi dengan sanjungan dan bantuan," klaim calon dari Partai Demokrat tersebut.
"Mereka tahu Trump tidak akan meminta pertanggungjawaban para otokrat karena dia ingin menjadi seorang otokrat,” tambahnya.
(Susi Susanti)