"Permasalahan tanah. Konflik lahan antar penggarapan. Kelompok yang saat ini menggarap dan membuka posko di lahan itu diserang. Tapi kita belum tahu dari pihak penggarap mana yang menyerang. Ini masih ditelusuri," ujarnya.
Sejauh ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna menyebabkan pasti motif penyerangan yang dilakukan oleh ratusan orang kepada warga desa.
Atas kejadian ini, pihak kepolisian Polrestabes Medan dan Sat Brimob Polda Sumut pun langsung bersiaga dilokasi guna mengantisipasi kembali terjadinya bentrokan tersebut.
(Fahmi Firdaus )