"Bagi para pemimpin, bagi mereka yang hari ini berada di pemerintahan, kurban bisa berupa keberanian untuk menetapkan kebijakan yang berpihak pada seluruh rakyat meski mungkin menghadapi resistensi dari sebagian elit," terangnya.
Anies menambahkan, bagi yang punya kelebihan harta, kurban bisa berupa investasi sosial, seperti membangun sekolah komunitas, menyediakan akses air bersih, atau menciptakan lapangan pekerjaan.
Bagi yang tak memiliki kelapangan materi dan tak punya kewenangan, kurban bisa berupa waktu, bisa berupa keahlian, mengajar anak-anak di lingkungan, memberikan praktik medis gratis, membimbing UMKM, mengorganisir komunitas belajar orang dewasa.