Materi pelatihan mencakup dasar-dasar penulisan berita, teknik wawancara, penulisan feature, dan etika jurnalistik, dengan narasumber dari kalangan media dan praktisi komunikasi publik.
Selain teori, peserta juga mengikuti praktik langsung penulisan berita dan fotografi jurnalistik untuk mengasah keterampilan menghasilkan konten berkualitas sesuai kaidah jurnalistik dan kebutuhan publikasi TNI AD.
“Melalui pelatihan ini, saya berharap insan penerangan TNI AD semakin profesional, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan dunia media, serta mampu menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi positif tentang kiprah TNI AD di tengah masyarakat,” ujar Brigjen Wahyu.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan personel bidang penerangan yang rutin dilaksanakan Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad). Tujuannya, mencetak prajurit penerangan yang andal, berintegritas, dan siap mendukung tugas pokok TNI Angkatan Darat.
(Awaludin)