JAKARTA - iNews Media Group tak menganggap content creator sebagai pesaing. Content creator justru diajak untuk berkolaborasi di era perkembangan teknologi saat ini.
Hal ini diungkapkan CEO iNews Media Group, Angela Tanoesoedibjo, saat menjadi pemateri dalam dialog di iNews Media Group Campus Connect bertajuk Creatorverse, di Universitas Tarumanegara, Jakarta Barat, Rabu (26/11/2025).
"Ya, jadi kita tidak melihat content creator itu sebagai pesaing, gitu. Tetapi bagaimana kita bisa kolaborasi bersama," ucap Angela.
Angela mengatakan, iNews Media Group telah banyak berkolaborasi dengan content creator dan membuat intektual properti (IP). Di sisi lain, ia berkata, platform YouTube juga telah menyediakan fitur kolaborasi antar content creator.
"Nah ini kita mulai gunakan supaya news room seperti kita bisa collab dengan content creator," ucap Angela.
Ia mengatakan, proses kerja content creator dan media memiliki perbedaan. Cara kerja content creator dinilai lebih cepat lantaran tak banyak proses yang dilakukan dalam mengolah informasi.
"Nah, kalau kita, itu mungkin sedikit lebih lambat, tapi karena dengan digitalisasi tadi, banyak proses telekomunikasi, proses pekerjaan yang sudah kita digitalize juga, maka itu sebetulnya jauh lebih cepat dari yang sebelumnya," ucap Angela.
Ia mengatakan, ruang redaksi di iNews Media Group telah membuat budaya kerja. Ia berkata, redaksi di iNews Media Group itu harus independen.
"Terus kedua, ada satu mekanisme layering, ya kan. Mulai dari yang bawah reporting sampai ke atas itu kan ada cross dan re-checking terus-menerus, sehingga memastikan bahwa informasi itu kredibel tadi," ucap Angela.
Selanjutnya, kata dia, ruang redaksi memiliki mekanisme tanggung jawab untuk mengoreksi berita. Menurutnya, perkembangan teknologi tak mengubah banyak mekanisme proses mengolah berita
"Khususnya news ya. Karena ada tadi, fact checking dan credibility yang harus kita jaga. Dan kita membedakan sangat distinct sekali antara fakta dengan opini," ujar Angela.
"Fakta adalah fakta dan kita buat secara berimbang. Dan opini, selalu kalau memang ada pemberitaan-pemberitaan basisnya opini, ya kita clear bahwa itu adalah sebuah opini berdasarkan narasumber tertentu. Jadi itulah basis framework yang kita jaga," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)