JAKARTA - Pemerintah memastikan proses restorasi Taman Nasional Tesso Nilo terus dilakukan. Restorasi ini dalam rangka untuk menjaga agar habitat Gajah Sumatera tidak diganggu.
“Proses restorasi Taman Nasional Tesso Nilo terus dilakukan. Kita terus bekerja untuk memastikan domang dan kawan-kawan rumahnya tidak diganggu dan mereka bisa hidup di alam bebas,” kata Menhut Raja Juli Antoni di Taman Nasional Tesso Nilo, Jumat (28/11/2025).
Restorasi akan fokus dilakukan dengan luasan 31 ribu hektare, yang nantinya akan berkembang menjadi 80 ribu hektar di Taman Nasional Tesso Nilo.
"Rencananya 511 hektar, kemarin saya juga insyallah sudah ada komitmen 7 ribuan lagi yang akan ditanam. Insya allah di 31 ribu ini dulu nih yang kita restorasi jadi fokus utama, nanti pelan-pelan bisa ke 80 ribuan Taman Nasional seperti yang ada di SK terakhir,” ujarnya.
Raja Juli melanjutkan, bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan Satgas PKH untuk mengembalikan Tesso Nilo sebagai habitat Gajah Sumatera. Di sisi lain, dia mengetahui adanya resistensi dari masyakat, namun persoalan yang terjadi di Tesso Nilo sendiri disebut bukan merupakan persoalan yang baru saja muncul.
Ia menyebut dengan pendekatan persuasif, nantinya pada Desember sebanyak 394 KK akan direlokasi ke lokasi yang sudah disiapkan. Taman Nasional Tesso Nilo merupakan rumah bagi Gajah Sumatera sehingga perlu dijaga secara bersama-sama.
"Insya Allah warga lainnya seiring juga kita akan cari lahan pengganti. Insya Allah mereka juga akan dengan damai kita pindah ke tempat yang memang akan dilegalkan untuk mereka,”ujarnya.
“Tapi sekali lagi bukan di Taman Nasional yang sudah ditetapkan pemerintah sebagai Taman Nasional dan juga rumah bagi Gajah Sumatera yang memang kondisinya sangat memprihatinkan,” tandasnya
(Fahmi Firdaus )