Bahlil menegaskan, bahwa berkoalisi tidak boleh hanya hadir saat senang, lalu pergi ketika tidak ada keuntungan.
“Jadi jangan koalisi itu pada saat senang partai datang, pada saat menderita partai pergi. Itu tadi kata Sekjen saya, jangan politik on-off, on-off. Atau jangan politik in-out, in-out,” ujar Bahlil.
“Jadi kita harus gentle sebenarnya. Jangan diartikan politik itu sesuatu yang untung terus, enggak bisa. Enggak bisa dengan di sana senang, di sini senang, di mana-mana hatiku senang. Saya pikir sudah saatnya kita akhiri cara-cara seperti itu,” pungkasnya.
(Awaludin)