Para pengamat geopolitik menduga ramalan ini merujuk pada ketegangan di Laut China Selatan yang kian memanas. Wilayah ini menjadi sengketa antara tujuh negara lainnya, yakni China, Taiwan, Vietnam, Malaysia, Brunei, Filipina, dan Indonesia.
Dalam nubuat yang lebih spesifik, sang peramal memperingatkan bahwa wilayah Ticino di Swiss akan "diliputi darah". Hal ini dipicu oleh sebuah tindakan "kemurahan hati" atau pemberian bantuan yang justru berakhir tragis di wilayah berbahasa Italia tersebut.
Meski Swiss dikenal sebagai negara netral, bait puisi abad ke-16 ini memicu kekhawatiran akan pecahnya konflik baru di Eropa, terutama ketegangan dengan negara tetangga, Italia. Para pengamat kini mengaitkan ramalan tersebut dengan stabilitas keamanan di wilayah perbatasan yang mulai memanas.
Kekhawatiran publik semakin memuncak setelah tragedi kebakaran hebat di resor mewah Crans-Montana pada awal tahun baru 1 Januari 2026 kemarin. Insiden yang menelan puluhan korban jiwa ini dianggap sebagai awal dari rangkaian peristiwa berdarah yang diprediksi akan menyelimuti wilayah Swiss sepanjang tahun ini.
(Erha Aprili Ramadhoni)