ACEH - Perlahan tapi pasti, semangat kebangkitan ekonomi masyarakat Aceh Tamiang, Aceh, mulai kembali bergerak usai banjir besar yang melanda pada akhir November 2025. Salah satunya adalah Ibu Arnis. Ia merupakan pemilik Rumah Makan Salero Awak, yang kini mulai buka kembali setelah melewati masa sulit pascabencana.
Arnis mengungkapkan, ia baru kembali membuka rumah makannya sekitar enam hari terakhir, setelah melalui proses pembersihan yang panjang dan melelahkan. Lumpur sisa banjir dengan ketinggian hingga satu meter memenuhi seluruh area usaha. Hal ini membuat peralatan dapur dan perabotan berserakan.
"Tiga minggu (pembersihan). Seminggu kita dengan nyorong (bersihkan) lumpurnya saja. Lumpurnya sedalam satu meter. Posisi alat-alat berserakan. Meja di atas meja, lemari di atas meja,” tutur Arnis, Jumat (2/1/2026).
Di tengah kerusakan yang ditinggalkan bencana, Arnis memilih memaknai musibah dengan keteguhan hati. Baginya, kehilangan adalah ujian yang harus dikembalikan kepada Sang Maha Kuasa.
“Kalau nengok apa, sedih ya, tapi itu hanya titipan kan. Kita kembalikan saja ke Yang Kuasa,” ujarnya.
Keputusan untuk bangkit dan kembali berjualan tidak lepas dari rasa tanggung jawab kemanusiaan. Ibu Arnis mengaku memiliki 15 orang karyawan. Sebagian di antaranya merupakan janda dan berada dalam kondisi ekonomi terbatas. Banyak pekerjanya juga kehilangan rumah akibat banjir.
“Dengan nengok pada karyawan saya, rata-rata rumahnya hilang. Habis. Itulah yang membuat ibu bangkit. Rasa kemanusiaan. Kalau engak bangkit kembali, kita mau kasih makan apa. Itulah yang membuat semangat ibu kembali,” ucapnya.
Dengan dukungan dari petugas Pekerjaan Umum (PU) serta para relawan, Rumah Makan Salero Awak akhirnya dapat kembali beroperasi. Meski belum sepenuhnya pulih, roda usaha mulai bergerak. Ibu Arnis menyebutkan omset penjualan perlahan menunjukkan tanda-tanda perbaikan.
“Alhamdulillah omsetnya bagus, walaupun dengan keterbatasan. Insya Allah ada kehidupan baru di balik musibah ini. Pasti ada peningkatan ekonomi, terutama Indonesia," kata Arnis.
(Erha Aprili Ramadhoni)