JAKARTA - Sejumlah peristiwa dan catatan sejarah penting terjadi, baik di dalam maupun luar negeri, pada 9 Januari setiap tahunnya. Salah satunya adalah tragedi jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang menewaskan 62 orang.
Okezone merangkum sejumlah peristiwa dan kejadian penting yang terjadi pada 9 Januari dari berbagai sumber, antara lain:
1. Mahmoud Abbas Terpilih sebagai Presiden Palestina
Pada 9 Januari 2005, Mahmoud Abbas terpilih sebagai Presiden Palestina. Ia kemudian menandatangani kesepakatan damai dengan Perdana Menteri Israel saat itu, Ariel Sharon.
Mahmoud Abbas merupakan Presiden Negara Palestina dan Otoritas Nasional Palestina. Ia menjabat sebagai Ketua Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) sejak 11 November 2004, Presiden Otoritas Nasional Palestina sejak 15 Januari 2005, serta Presiden Negara Palestina sejak 8 Mei 2005. Abbas juga merupakan anggota partai Fatah dan terpilih sebagai ketua partai tersebut pada 2009.
2. Markas Besar PBB Resmi Dibuka
Pada 9 Januari 1951, Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) resmi dibuka di New York City, Amerika Serikat. Gedung ini menjadi lokasi utama berbagai sidang penting PBB, termasuk Sidang Umum PBB, Dewan Keamanan PBB, serta Dewan Ekonomi dan Sosial PBB.
Sidang Dewan Ekonomi dan Sosial PBB digelar secara bergantian setiap tahun dengan lokasi di Jenewa, Swiss. Selain itu, Markas Besar PBB juga menjadi lokasi Sekretariat PBB.
3. Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Jatuh
Pesawat Sriwijaya Air Penerbangan SJ 182 merupakan penerbangan penumpang domestik berjadwal di Indonesia yang dioperasikan oleh Sriwijaya Air dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, menuju Bandar Udara Internasional Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat. Pesawat tersebut membawa 50 penumpang dan 12 awak.
Pada 9 Januari 2021, pesawat tersebut jatuh ke perairan Kepulauan Seribu, sekitar empat menit setelah lepas landas, dan menewaskan seluruh 62 orang di dalamnya.
4. Penyanyi Gombloh Meninggal Dunia
Penyanyi legendaris Gombloh lahir pada 12 Juli 1948 dan meninggal dunia pada 9 Januari 1988. Ia memiliki nama asli Soedjarwoto.
Kedua orang tuanya meninggalkan rumah mereka di daerah Genteng, Surabaya, akibat Agresi Militer Belanda II, kemudian mengungsi ke Jombang. Gombloh lahir di daerah Tawangsari, Jombang, saat orang tuanya berada dalam pengungsian.
Di kemudian hari, ia menambahkan nama Soemarsono di belakang namanya sehingga dikenal dengan nama lengkap Soedjarwoto Soemarsono. Sejak kecil, ia mendapat julukan “Gombloh”, yang bermakna nggomblohi atau pura-pura bodoh, namun justru membawa hoki dalam perjalanan karier musiknya.
(Awaludin)