Setelah jatuhnya Shah, Reza Pahlavi tidak pernah kembali ke tanah air. Ia hidup dalam pengasingan sejak 1979, terutama di Amerika Serikat dekat Washington, D.C., bersama ibunya, Permaisuri Farah Pahlavi.
Ia meraih gelar sarjana ilmu politik dari Universitas Southern California, yang memperkuat pendidikannya di bidang pemerintahan. Pada 1986, ia menikahi Yasmine Etemad-Amini, dan pasangan ini memiliki tiga putri.
Selama bertahun-tahun, Reza Pahlavi tetap menjadi figur simbolis bagi kaum monarkis. Namun seiring waktu, ia mengubah peran publiknya dengan menampilkan diri sebagai pemimpin transisi yang mempersatukan. Ia konsisten mengadvokasi Iran yang sekuler dan demokratis, menekankan pemilihan umum yang bebas, hak asasi manusia, serta pemisahan agama dari negara.
Gejolak yang sedang berlangsung di Iran, yang awalnya dipicu oleh kesulitan ekonomi, inflasi yang melonjak, dan runtuhnya mata uang, telah menyebar ke seluruh 31 provinsi. Di tengah gelombang ini, nama Pahlavi kembali terdengar di jalan-jalan Iran.