Belum jelas apakah kematian tersebut disebabkan oleh insiden yang sama yang dilaporkan oleh sumber-sumber Gaza.
Sementara itu, seorang bayi Palestina berusia tujuh hari meninggal dunia akibat cuaca dingin ekstrem pada Sabtu, seiring dengan blokade Israel terhadap kebutuhan pokok yang memperburuk krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
Bayi Mahmoud al-Aqraa meninggal di Deir el-Balah, Gaza tengah, di tengah penurunan suhu yang cepat, menurut sumber medis.
Warga Palestina yang tinggal di tenda-tenda darurat hanya memiliki sedikit perlindungan dari angin kencang dan hujan, karena sebagian besar tempat berlindung terbuat dari kanvas tipis dan lembaran plastik.
Israel terus memblokir atau membatasi jumlah kebutuhan vital yang masuk ke wilayah tersebut, seperti tenda, rumah mobil, atau bahan untuk memperbaiki tenda. Tindakan ini melanggar gencatan senjata yang disepakati dengan Hamas pada Oktober, serta kewajiban Israel berdasarkan hukum internasional sebagai kekuatan pendudukan di Jalur Gaza.