“Sayangnya kritikan baik yang dilancarkan Pandji tercemari dengan ungkapan yang tidak lucu terkait dengan permasalahan sholat yang merupakan fondasi penting dalam ajaran agama Islam,” lanjutnya.
FPI menegaskan sholat tidak dapat dijadikan bahan lelucon. Menurut mereka, sholat merupakan tolok ukur penting dalam keislaman seseorang dan bagian dari ajaran yang bersumber dari Alquran dan sunnah Nabi Muhammad SAW.
“Bahwa tindakan Pandji yang memperolok preferensi memilih pemimpin yang rajin salat adalah bentuk penghinaan terhadap sunnah Nabi Muhammad SAW,” ujar Alatas.
FPI juga menilai analogi yang disampaikan Pandji—yang membandingkan rajin sholat dengan rajin namun belum tentu pintar—sebagai bentuk kesesatan berpikir karena dianggap merendahkan nilai ibadah dan sifat rajin dalam Islam. Hal serupa juga disampaikan terkait analogi antara profesi pilot dan pemimpin negara yang dinilai tidak relevan.
“Oleh karena itu, pernyataan Pandji tersebut adalah bentuk upaya penistaan terhadap sholat yang merupakan fondasi penting dalam Islam dan juga merupakan syi’ar agama Islam,” tegasnya.