Penggunaan bahasa Indonesia oleh Macron dinilai sebagai bentuk penghormatan, kedekatan diplomatik, sekaligus strategi soft diplomacy yang memperkuat hubungan emosional antarpemimpin dan masyarakat kedua negara.
Sebelumnya, Presiden Prabowo tiba di Istana Élysée pada Jumat 23 Januari 2026 malam dan disambut langsung Macron dengan prosesi kenegaraan yang khidmat. Keduanya tampak berjabat tangan erat dan berpelukan hangat sebelum memasuki istana untuk menghadiri jamuan santap malam pribadi.
Jamuan tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kehangatan, menjadi ruang dialog strategis guna mempererat komunikasi personal sekaligus membuka peluang penguatan kerja sama Indonesia–Prancis di berbagai sektor.
(Arief Setyadi )