“Harapan kita sampai tepat waktu, karena tadi disampaikan bahwa keterlambatan satu minggu akan berdampak terhadap penurunan produktivitas dan apabila dinasionalkan itu merugikan seratus triliun,” ucap Sigit.
Sigit menegaskan dengan tertibnya proses distribusi pupuk tersebut, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas para petani. Sehingga, kata Sigit, hal itu dapat menghasilkan swasembada pangan sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Di satu sisi produktivitas akan berkurang, ini yang menjadi perhatian kita. Sebagaimana arahan Pak Presiden, kita sedang membuat road map ke depan, selain mewujudkan swasembada pangan, ke depan kita betul-betul bisa mewujudkan Indonesia menjadi salah satu negara lumbung padi dunia,” tegas Sigit.
Sebab itu, Sigit menginstruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk maksimal dan optimal dalam mengawal proses distribusi pupuk di seluruh wilayah Indonesia.
“Kami dari jajaran Polri berterima kasih dan kami akan melaksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya. Saya ingatkan seluruh jajaran untuk ikut mengawal terkait distribusi pupuk sehingga tepat sasaran, produktivitas petani juga betul-betul optimal, dan pencapaian peningkatan swasembada pangan sebagaimana ditargetkan Pak Presiden betul-betul bisa berjalan dengan maksimal,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )