“Linimasa sebetulnya telah memberi cermin yang terang. Kita bukan kekurangan informasi; kita kekurangan ketenangan,”sambungnya.
Dia menambahkan, jika kecenderungan ini terus dibiarkan, bahaya terbesar bukan pada satu hoaks atau satu video viral, melainkan pada lahirnya masyarakat yang mudah digerakkan oleh bisik-bisik, namun semakin sulit diajak berpikir bersama.
“Dan dari situlah pekerjaan besar kita dimulai, mengembalikan nalar ke tengah keramaian, serta menjadikan literasi sebagai kebiasaan hidup, bukan sekadar jargon,”pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )