Sistem tersebut diperkuat dengan dua unit wet scrubber tahap kedua, dua unit wet electrostatic precipitator, dua unit filter karbon aktif, delapan unit induced draft fan, serta dua unit cerobong yang dirancang untuk memastikan pelepasan emisi berlangsung secara aman dan terkendali.
Menurut Asep, seluruh rangkaian teknologi ini dirancang agar operasional RDF Plant Rorotan memenuhi standar teknis dan ketentuan lingkungan hidup yang berlaku.
Ia menambahkan, peningkatan sistem pengendalian emisi dan bau di RDF Plant Rorotan juga berada di bawah supervisi Ahli Pencemaran Udara dari Institut Teknologi Bandung (ITB) guna memastikan seluruh perangkat bekerja optimal dan sesuai kaidah ilmiah.
"Dengan pengawasan ini, kami memastikan pengoperasian fasilitas berjalan secara maksimal, sekaligus menjaga kualitas udara dan lingkungan," jelasnya.
Pemprov DKI Jakarta, lanjut Asep, berkomitmen menjalankan pengelolaan sampah berbasis teknologi yang berkelanjutan, sejalan dengan upaya menjaga kesehatan masyarakat di sekitar fasilitas pengolahan.
“Penguatan teknologi pengendalian lingkungan ini merupakan bagian dari komitmen kami menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang modern, aman, dan bertanggung jawab, agar Jakarta terhindar dari krisis pengelolaan sampah seperti yang terjadi di sejumlah daerah,” pungkasnya.
(Awaludin)