Laddy Gemang, kepala desa Luzviminda, mengutus petugas desa ke rumah Emma untuk melakukan penyelidikan. Di sana, mereka menemukan cangkang kepiting setan berwarna cerah yang berserakan di tempat sampah.
Kepiting setan merupakan penghuni terumbu karang di wilayah Indo-Pasifik yang mengandung campuran neurotoksin mematikan, termasuk saxitoxin dan tetrodotoxin — jenis racun yang sama dengan yang ditemukan pada ikan buntal, menurut data Smithsonian. Lembaga tersebut memperingatkan masyarakat untuk menghindari konsumsi hewan ini, karena kepiting yang "sedap dipandang" tersebut dapat membunuh manusia hanya dalam hitungan jam.
Gemang pun mengaku heran atas kematian Amit, mengingat korban dan suaminya adalah "nelayan" yang berpengalaman.
"Ini sungguh menyedihkan karena seharusnya mereka sudah tahu," ratapnya.
"Mereka tinggal di pinggir laut, jadi saya tahu mereka paham bahwa kepiting setan ini berbahaya untuk dimakan. Jadi mengapa dia memakannya? Itulah yang membuat saya bingung."
Menanggapi insiden tragis ini, Gemang memperingatkan warga untuk tidak mengonsumsi makhluk laut yang mematikan tersebut.