JAKARTA - Presiden RI, Prabowo Subianto, melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya ke London, Inggris. Sebelumnya, Prabowo melakukan agenda penting di Washington DC, Amerika Serikat (AS).
Di Washington DC, Presiden Prabowo menghadiri pertemuan perdana Board of Peace (BoP) pada Kamis (19/2/2026) waktu setempat. Dalam forum tersebut diumumkan, Indonesia akan menjabat sebagai Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF), pasukan stabilisasi Gaza.
Selain itu, pada hari yang sama, Presiden Prabowo bersama Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menandatangani perjanjian dagang timbal balik atau Agreement on Reciprocal Trade antara Indonesia dan AS.
Setelah agenda di AS, Presiden Prabowo bertolak ke London. Pada Senin (23/2/2026), Kepala Negara menyaksikan penandatanganan perjanjian kerangka kerja antara Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia (BPI Danantara) dan Arm Limited.
Kepala Negara secara khusus menyaksikan penandatanganan tersebut sebagai bentuk perhatian besar pemerintah terhadap prospek kemajuan teknologi dan transformasi ekonomi Indonesia berbasis inovasi.
“Ini merupakan kerja sama Indonesia agar Indonesia bisa menguasai teknologi semikonduktor, dan Arm ini adalah salah satu perusahaan yang menguasai pasar semikonduktor terutama untuk dari segi desain. Jadi ini yang paling hulu daripada industri semikonduktor itu sendiri,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto dalam keterangannya.
Menurut Airlangga, Arm diketahui menguasai sekitar 96 persen teknologi chip untuk sektor otomotif global serta hampir 94 persen desain chip untuk pusat data dan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Melalui kerja sama tersebut, Indonesia menargetkan percepatan penguasaan teknologi strategis yang selama ini menjadi fondasi berbagai inovasi digital modern.