Ia juga menyoroti peran media massa dan opini publik dalam membentuk persepsi suatu peristiwa. Menurutnya, media massa tidak semestinya menjatuhkan vonis sebelum proses hukum tuntas, menggiring opini hanya berdasarkan potongan video, atau membangun narasi yang justru memperkeruh keadaan. Kendati, media juga tidak boleh menutup ruang kritik, mengabaikan dugaan pelanggaran, ataupun menjadi alat pembenaran tanpa proses verifikasi.
"Pers yang sehat adalah pers yang objektif, proporsional, dan berbasis fakta. Opini publik pun harus dibangun di atas informasi yang utuh, bukan asumsi," katanya.
Peter menegaskan, bahwa kepolisian memiliki tanggung jawab besar untuk memperbaiki kepercayaan publik. Upaya tersebut, katanya, tidak cukup sebatas pernyataan, tetapi harus diwujudkan melalui langkah nyata seperti transparansi dalam proses investigasi, evaluasi internal yang konsisten, penjatuhan sanksi tegas apabila terbukti bersalah, serta perlindungan terhadap anggota yang bertugas sesuai prosedur.
“Jika kita membiarkan prasangka mendahului fakta, maka hukum akan digantikan oleh persepsi. Setiap kejadian harus dilihat secara objektif," katanya.
(Arief Setyadi )