Sementara itu, di Kabupaten Lombok Tengah, kata Aam—sapaan Abdul Muhari—banjir berdampak pada 12 desa di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Pujut, Praya Timur, dan Praya Barat pada Selasa (24/2). Tercatat 1.115 KK terdampak dengan ketinggian air yang juga bervariasi.
BPBD Provinsi NTB menuju lokasi dengan membawa bantuan logistik berupa tiga unit tenda, lampu, perahu, genset, alas tidur, dan mi instan. Petugas terus memantau dan memperbarui pendataan karena banjir masih menggenangi wilayah terdampak.
Di Kabupaten Lombok Barat, banjir terjadi di Desa Tempos, Kecamatan Gerung, pada Selasa (24/2). Peristiwa ini menyebabkan 35 unit rumah terdampak. Selain itu, satu akses jalan terganggu akibat tergerus derasnya arus hingga memakan setengah badan jalan.
“Petugas memasang garis pengaman (safety line). Sementara itu, warga diimbau meningkatkan kewaspadaan apabila melintasi jalur Desa Tempos yang terdampak,” jelasnya.
Menyikapi berbagai kejadian tersebut, Aam mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan, terutama menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah.
“Masyarakat yang tinggal di daerah bantaran sungai diimbau untuk secara berkala memantau ketinggian muka air. Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi lama, warga disarankan melakukan evakuasi mandiri jika diperlukan,” imbaunya.
(Awaludin)