Rocky juga menyinggung bahwa persoalan yang diperdebatkan bukan semata soal keaslian ijazah, melainkan tudingan mengenai kejujuran pejabat publik. Ia membandingkan dengan kasus mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, dalam skandal Monica Lewinsky.
“Clinton dihukum bukan karena hubungan personalnya, tetapi karena berbohong. Dalam konteks pejabat publik, kebohongan itu yang menjadi persoalan hukum,” katanya.
Ia menambahkan, pejabat publik memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk bersikap jujur kepada masyarakat. Sementara itu, menurut Rocky, polemik yang menyeret sejumlah pihak seperti Roy Suryo dan lainnya seharusnya dipahami dalam kerangka perdebatan intelektual, bukan pidana.
Lebih lanjut, Rocky menyatakan bahwa buku Otak Politik Jokowi yang diluncurkan tersebut merupakan bagian dari tradisi kritik akademik. Ia mengaku diminta menulis pengantar buku tersebut dan menyusunnya secara cermat.
(Awaludin)