Tifa menyebut dirinya mengikuti tradisi ilmuwan dan filsuf terdahulu seperti Socrates dan Plato, yang menjadikan pemikiran mereka sebagai warisan intelektual jangka panjang melalui karya tulis.
Ia juga menyinggung karya yang telah diterbitkannya, seperti buku Jokowi White’s Paper dan Otak Politik Jokowi, yang disebutnya sebagai bentuk diseminasi gagasan kepada publik luas.
Menurutnya, jurnal ilmiah umumnya dibaca kalangan terbatas dan membutuhkan waktu lama untuk menjangkau publik. Sementara buku dinilai lebih cepat tersebar dan dapat dibaca berbagai kalangan.
“Kalau buku, yang membaca semua orang sehingga pelajaran ataupun ilmu yang ada di dalamnya dengan cepat bisa tersebar,” pungkasnya.
(Awaludin)