JAKARTA – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Heni Hamidah menegaskan, status Siaga 1 bagi WNI yang berada di Iran masih diberlakukan. Pemerintah telah menyiapkan rencana kontingensi serta berbagai opsi jalur evakuasi darurat.
Heni mengatakan, KBRI Teheran terus menjalin komunikasi intensif dengan seluruh WNI yang bermukim di sana. Berdasarkan pemantauan, situasi di sejumlah kota besar Iran terpantau kondusif.
"Terkait situasi di Iran, hingga saat ini kota-kota di Iran berjalan normal dan kondusif. Bandara internasional maupun domestik juga masih beroperasi secara normal," ujar Heni dalam press briefing di Kantor Kemlu RI, Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2026).
Meski demikian, pemerintah tidak menurunkan level kewaspadaan. Status Siaga 1 yang telah ditetapkan sejak Juni 2025 dinilai masih relevan untuk dipertahankan.
“Status Siaga 1 untuk Iran yang telah ditetapkan sejak Juni 2025 masih terus diberlakukan. Seluruh rencana kontingensi telah disiapsiagakan, termasuk berbagai opsi jalur evakuasi apabila dibutuhkan,” tegasnya.
Hingga saat ini, Kemlu melaporkan belum ada WNI yang terdampak langsung oleh dinamika keamanan di Iran. KBRI Teheran juga terus memantau kondisi WNI di berbagai kota.
“Belum terdapat laporan WNI yang menghadapi ancaman langsung maupun situasi yang membahayakan keselamatan,” tambah Heni.
Kemlu mengimbau seluruh WNI di Iran agar tetap tenang namun waspada serta terus memantau informasi resmi dari perwakilan RI di Teheran. Skema evakuasi darurat yang telah disusun dipastikan dapat diaktifkan sewaktu-waktu apabila kondisi keamanan memburuk secara signifikan.
(Awaludin)