Pakistan Umumkan Perang Terbuka dengan Afghanistan

Rahman Asmardika, Jurnalis
Sabtu 28 Februari 2026 11:38 WIB
Ilustrasi.
Share :

JAKARTA - Pakistan pada Jumat (27/2/2026) mengumumkan “perang terbuka” dengan Afghanistan setelah kedua negara saling melancarkan serangan lintas perbatasan yang meningkatkan ketegangan.

Afghanistan melancarkan serangan terhadap Pakistan pada Kamis (26/2/2026) malam, dengan mengatakan bahwa itu merupakan balasan atas serangan udara mematikan Pakistan di daerah perbatasan Afghanistan pada Minggu (22/2/2026). Pakistan kemudian melakukan serangan udara di Kabul dan dua provinsi Afghanistan lainnya pada Jumat pagi, dengan menyebut bahwa mereka menargetkan instalasi militer.

Ketegangan telah meningkat selama berbulan-bulan. Bentrokan perbatasan pada Oktober menewaskan puluhan tentara, warga sipil, dan tersangka militan. Pakistan menuduh pemerintah Taliban Afghanistan melindungi kelompok militan yang melakukan serangan terhadapnya, serta bersekutu dengan musuh bebuyutannya, India.

Gencatan senjata yang dimediasi Qatar mengakhiri pertempuran sengit pada Oktober, tetapi beberapa putaran pembicaraan damai di Turki pada November gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng. Kedua pihak sesekali saling baku tembak sejak saat itu.

Serangan Lintas Batas

Serangan Afghanistan terhadap target militer Pakistan dimaksudkan sebagai "pesan bahwa tangan kami dapat mencapai tenggorokan mereka dan bahwa kami akan menanggapi setiap tindakan jahat Pakistan," kata juru bicara pemerintah Afghanistan, Zabiullah Mujahid.

 

"Pakistan tidak pernah berusaha menyelesaikan masalah melalui dialog," katanya, sebagaimana dilansir AP.

Setelah serangan Afghanistan, Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Mohammad Asif, menulis di X: "Kesabaran kami telah habis. Sekarang ini adalah perang terbuka antara kita."

Asif mengatakan Pakistan berharap akan adanya perdamaian di Afghanistan setelah penarikan pasukan NATO pada 2021 dan mengharapkan Taliban, yang merebut kekuasaan di negara itu, untuk fokus pada kesejahteraan rakyat Afghanistan serta stabilitas regional.

Sebaliknya, ia mengatakan Taliban telah mengubah Afghanistan "menjadi koloni India" — merujuk pada hubungan yang baru-baru ini membaik antara India dan Afghanistan, termasuk tawaran peningkatan perdagangan bilateral. Pakistan dan India, keduanya merupakan kekuatan bersenjata nuklir, secara berkala terlibat dalam perang, bentrokan, dan pertempuran kecil sejak memperoleh kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Inggris pada 1947.

Asif juga menuduh Afghanistan "mengekspor terorisme," sebuah tuduhan yang sering dilontarkan Pakistan kepada negara tetangganya seiring meningkatnya kekerasan militan di negara tersebut. Secara spesifik, Pakistan menuduh Afghanistan mendukung Taliban Pakistan (TTP) serta kelompok separatis Baloch yang dilarang.

 

Pakistan menuduh TTP, yang terpisah tetapi bersekutu erat dengan Taliban Afghanistan, beroperasi dari dalam Afghanistan. Baik kelompok tersebut maupun Kabul membantah tuduhan itu.

Kedua Negara Diminta Menahan Diri

Pemerintah kedua negara telah mengeluarkan klaim korban yang sangat berbeda.

Juru bicara militer Pakistan, Letnan Jenderal Ahmed Sharif Chaudhry, mengatakan operasi udara dan darat Pakistan menewaskan setidaknya 274 anggota pasukan Afghanistan dan militan yang berafiliasi, serta melukai lebih dari 400 orang. Sementara itu, 12 tentara Pakistan tewas dan 27 lainnya terluka. Satu tentara Pakistan dinyatakan hilang dalam pertempuran.

Mujahid menolak klaim tentang tingginya jumlah korban Afghanistan sebagai "palsu." Ia mengatakan bahwa 55 tentara Pakistan tewas, dengan jenazah 23 di antaranya dibawa ke Afghanistan. Ia juga menyebut "banyak" tentara Pakistan ditangkap. Tiga belas tentara Afghanistan tewas, katanya, dan 22 lainnya terluka, sementara 13 warga sipil juga terluka.

Dalam sebuah pernyataan, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mendesak kedua belah pihak untuk mencoba menyelesaikan perbedaan mereka melalui diplomasi serta melindungi warga sipil.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya