Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto siap menjadi mediator antara Washington dan Teheran.
“Indonesia sangat menyesalkan kegagalan negosiasi antara AS dan Iran yang telah mengakibatkan eskalasi militer di Timur Tengah. Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan memprioritaskan dialog dan diplomasi,” tulis Kemlu RI melalui akun resminya di X.
“Pemerintah Indonesia, khususnya Presiden Republik Indonesia, menyatakan kesediaannya untuk memfasilitasi dialog guna membangun kembali kondisi keamanan yang kondusif dan, jika disetujui oleh kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia melakukan perjalanan ke Teheran untuk melakukan mediasi,” lanjut pernyataan tersebut.
Kemlu RI menambahkan bahwa ketegangan yang terjadi berpotensi mengganggu stabilitas kawasan serta perdamaian dan keamanan dunia.
Sementara itu, Rusia juga menyerukan penghentian segera serangan AS dan Israel terhadap Iran, serta meminta agar situasi dikembalikan ke jalur penyelesaian politik dan diplomatik.
(Awaludin)