Api Perang yang Membakar Kemanusiaan

Opini, Jurnalis
Jum'at 06 Maret 2026 20:22 WIB
Api Perang yang Membakar Kemanusiaan (Dok Pribadi)
Share :

Penulis: Ridwan al-Makassary

Dosen Jurusan Ilmu Politik Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dan Direktur Center of Muslim Politics and World Society (COMPOSE) UIII.

HARI-hari ini, ironi besar terjadi di Teluk. Ketika hujan seharusnya membasahi tanah yang gersang, namun yang turun adalah hujan rudal. Di saat para ilmuwan sedang berlomba menyembuhkan penyakit, para jenderal di Tel Aviv dan Washington DC sibuk merancang taktik dan strategi bagaimana memandulkan sebuah peradaban.

Perang Israel-AS versus Iran, yang kini masih berlangsung, bukan lagi sekadar berita utama, melainkan juga sebuah pengakuan telanjang bahwa sejauh ini, umat manusia gagal belajar apa pun dari sejarah Perang Dunia I dan II, yang telah menghancurlumatkan martabat manusia.

Para analis militer Israel-Amerika Serikat menjustifikasi bahwa tujuan minimal dari perang ini adalah "menghancurkan kemampuan militer ofensif Iran”. Dengan ujaran lain, program rudal Iran harus dilumpuhkan, dan juga angkatan lautnya dibuat tidak berdaya. Di sini, ada target militer yang terdengar sangat masuk akal di atas kertas.

Namun, ada pertanyaan yang penting diajukan, yaitu apakah kita sedang membangun perdamaian di atas puing-puing rumah sakit? Apakah keamanan Israel akan lebih kokoh ketika anak-anak di Tehran dan kota-kota lain di Iran dirundung ketakutan mencari ibunya di tengah gedung yang runtuh?

Di sinilah letak kerapuhan kemanusiaan kita. Tampaknya Isreal dan AS berpikir bahwa ini soal kesempatan yang dianggap "tidak boleh disia-siakan” untuk menghancurkan Iran. Dalam logika realpolitik, memang masuk akal: rezim di Tehran sedang lemah, ekonomi hancur, protes terbit di mana-mana.

Namun, dalam logika kemanusiaan, tidak ada kata "kesempatan" untuk membunuh. Seorang ibu di Gaza, seorang anak di Ukraina, atau kini seorang pemuda di Tehran, mereka semua adalah "kesempatan" yang sama-sama tidak boleh disia-siakan untuk dilindungi, bukan dihancurkan.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya