Kecam Serangan Iran, Menlu Negara Teluk Minta Hormati Hukum Internasional

Achmad Al Fiqri, Jurnalis
Sabtu 07 Maret 2026 18:30 WIB
Iran lancarkan serangan (Foto: AP)
Share :

JAKARTA - Para Menteri Luar Negeri (Menlu) negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Uni Eropa mengecam keras serangan Iran ke negara-negara Teluk. Mereka mengingatkan Iran untuk menghormati hukum internasional dan hukum humaniter internasional.

Pernyataan ini dikeluarkan para Menlu negara Teluk dalam Pertemuan Tingkat Menteri antara GCC dan Uni Eropa terkait serangan Iran terhadap negara-negara anggota GCC pada 5 Maret 2026, Kamis (5/3/2026).

Dalam keterangan resminya, para Menlu menegaskan pentingnya kemitraan strategis antara GCC dan Uni Eropa yang berlandaskan Perjanjian Kerja Sama 1988, serta diperkuat keputusan yang diambil pada KTT GCC–Uni Eropa di Brussel pada Oktober 2024.

"Para menteri mengecam dengan keras serangan Iran yang tidak dapat dibenarkan terhadap negara-negara GCC, yang dianggap sebagai ancaman nyata terhadap keamanan regional dan internasional, serta menuntut Iran untuk segera menghentikan serangan tersebut tanpa syarat," tulis keterangan resmi tersebut, dikutip Sabtu (7/3/2026).

"Para menteri menegaskan kembali komitmen mereka terhadap stabilitas regional dan menyerukan perlindungan warga sipil, penghormatan penuh terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional, serta kepatuhan terhadap prinsip-prinsip Piagam PBB," tulis sikap para Menlu itu.

Para Menlu negara Teluk juga mengingatkan Iran untuk menahan program nuklir dan rudal balistik, serta menghentikan aktivitas yang mengganggu stabilitas di kawasan maupun di Eropa. Mereka juga meminta Iran menghentikan tindakan kekerasan sistematis terhadap rakyatnya sendiri.

"Para menteri membahas besarnya kerusakan serius akibat serangan acak Iran baru-baru ini terhadap negara-negara GCC yang menargetkan infrastruktur sipil, termasuk fasilitas minyak, fasilitas layanan publik, dan kawasan permukiman, yang menyebabkan kerugian material besar serta menimbulkan ancaman langsung terhadap keamanan, keselamatan, dan kehidupan warga sipil," demikian keterangan para Menlu GCC.

Para Menlu GCC mengapresiasi upaya diplomatik intensif yang dilakukan Uni Eropa dan negara-negara kawasan, serta menyerukan untuk tidak mengizinkan wilayah digunakan sebagai basis peluncuran serangan terhadap Iran. Bagi mereka, penyelesaian konflik bisa mengedepankan dialog dan diplomasi.

Bahkan, para Menlu negara Teluk menegaskan hak untuk menggunakan hak membela diri secara individu maupun kolektif terhadap serangan bersenjata Iran. Hal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 51 Piagam PBB.

"Dan menegaskan hak negara-negara GCC untuk mengambil semua langkah yang diperlukan guna mempertahankan keamanan dan stabilitas mereka serta melindungi wilayah, warga negara, dan penduduk yang tinggal di sana demi memulihkan perdamaian dan keamanan internasional. Para menteri juga menegaskan tanggung jawab Dewan Keamanan PBB dalam memulihkan dan menjaga perdamaian serta keamanan internasional," terangnya.

Para Menlu juga sepakat untuk melakukan upaya diplomatik bersama guna mencapai solusi permanen yang mencegah Iran memperoleh senjata nuklir, menghentikan produksi dan penyebaran rudal balistik hingga pesawat nirawak (drone) yang mengancam keamanan kawasan dan dunia.

"Para menteri kembali menegaskan pentingnya menjaga keamanan wilayah udara regional dan jalur pelayaran laut serta kebebasan navigasi, termasuk di Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb, serta menjamin keamanan rantai pasokan dan stabilitas pasar energi global," pungkasnya.

Dalam forum itu, delegasi GCC dipimpin Menteri Luar Negeri Kerajaan Bahrain yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Menteri GCC, Yang Mulia Dr. Abdul Latif bin Rashid Al-Zayani; Sekretaris Jenderal GCC Yang Mulia Jassim Mohammed Al-Budaiwi; serta para Menlu negara anggota GCC.

Sementara delegasi Uni Eropa dipimpin oleh Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan sekaligus Wakil Presiden Komisi Eropa Kaja Kallas; mantan anggota Parlemen Eropa Dubravka Šuica; serta para Menteri Luar Negeri negara-negara anggota Uni Eropa.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya