Majelis Pakar Iran Mencapai Konsensus, Pemimpin Tertinggi Pengganti Ayatollah Khamenei Segera Diumumkan

Rahman Asmardika, Jurnalis
Minggu 08 Maret 2026 18:52 WIB
Ilustrasi.
Share :

JAKARTA — Badan ulama yang akan memilih pemimpin tertinggi Iran berikutnya, setelah pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, telah mencapai konsensus mayoritas, menurut anggota Majelis Pakar, Ayatollah Mohammad-Mahdi Mirbagheri.

Kantor berita Iran, Mehr, pada Minggu (8/3/2026) mengutip pernyataannya yang mengatakan bahwa “beberapa hambatan” masih perlu diatasi terkait proses tersebut.

Berdasarkan konstitusi Iran, Majelis Pakar yang beranggotakan 88 orang berwenang untuk memilih pemimpin tertinggi negara tersebut.

Khamenei, yang memimpin Iran selama 37 tahun, tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat–Israel di Teheran pada 28 Februari, di awal perang yang kini melibatkan sebagian besar Timur Tengah.

Sementara itu, militer Israel memperingatkan akan mengejar setiap orang di Majelis Pakar yang berupaya menunjuk pengganti Khamenei.

 

“Kami memperingatkan semua orang yang berniat berpartisipasi dalam pertemuan pemilihan pengganti bahwa kami tidak akan ragu untuk menargetkan Anda juga. Ini adalah peringatan!” kata militer Israel dalam bahasa Persia dalam sebuah unggahan di X pada Minggu.

Dalam sebuah video yang diunggah kantor berita Fars di Telegram, Mirbagheri mengatakan bahwa “upaya besar untuk menentukan kepemimpinan” telah dilakukan dan bahwa “pendapat yang tegas dan bulat” telah disepakati.

Dalam wawancara terpisah dengan Fars, anggota badan lainnya, Hojjatoleslam Jafari, mengatakan bahwa ia berharap “seluruh rakyat Iran akan puas sesegera mungkin.”

“Penundaan pemilihan pemimpin ketiga ini pahit dan tidak diinginkan oleh semua orang, dan tidak ada alternatif lain, jadi kita tidak boleh memiliki pikiran buruk tentang perwakilan kita di masa sulit ini,” katanya, sebagaimana dilansir Al Jazeera.

Menurut laporan media Iran, kelompok cendekiawan tersebut mengalami sedikit perbedaan pendapat mengenai apakah keputusan akhir harus diambil melalui pertemuan tatap muka atau dikeluarkan tanpa mengikuti formalitas tersebut.

 

Ayatollah Mohsen Heidari Alekasir, anggota Majelis Pakar lainnya, mengatakan dalam sebuah video yang dirilis oleh Nournews pada Minggu bahwa pertemuan tatap muka majelis untuk pemungutan suara akhir tidak mungkin dilakukan dalam kondisi saat ini.

Ia mengatakan bahwa seorang kandidat telah dipilih, berdasarkan saran Khamenei bahwa pemimpin tertinggi Iran harus “dibenci oleh musuh” alih-alih dipuji olehnya.

“Bahkan Setan Besar (Amerika Serikat) telah menyebut namanya,” kata Heidari Alekasir tentang penerus yang terpilih, beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa putra mendiang pemimpin tertinggi, Mojtaba Hosseini Khamenei, adalah pilihan yang “tidak dapat diterima” baginya.

Sementara itu, media Rusia, RT, melaporkan bahwa calon yang dipilih oleh dewan adalah ulama senior Iran, Ahmad Alamolhoda, dan pengumuman tentang pemilihannya sepenuhnya bergantung pada Majelis Pakar.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya