Analisis Telematika Wafatnya Pemimpin Iran dan Prediksi Perang

Opini, Jurnalis
Minggu 08 Maret 2026 09:49 WIB
Analisis (Telematika) Wafatnya Pemimpin Iran dan Prediksi (Perang) (tangkapan layar)
Share :

Keempat, tahapan operasi intelijen adalah dengan melakukan pengumpulan data intelijen terlebih dahulu. Operasi ini dilaporkan melibatkan Central Intelligence Agency (CIA) dan Mossad. CIA memberikan geolocation intelijen mengenai pertemuan elite Iran di kompleks tersebut. Sumber data diatas berasal dari SIGINT (Signals intelligence) berupa pengumpulan data intelijen dengan intersepsi sinyal, baik sinyal komunikasi antara orang (komunikasi intelijen / COMINT) maupun dari sinyal elektronik yang secara tidak langsung digunakan dalam komunikasi (kecerdasan elektronik / ELINT) didukung Satelit pengintai, Drone pengintai stealth agen Mossad di Iran.

Kelima, metode yang digunakan adalah gabungan dari Pattern-of-life analysis, Thermal satellite imaging,  Mobile phone triangulation dan Drone surveillance. Semua bertujuan memastikan Sosok Ali Khamenei benar-benar berada di lokasi sebelum strike. Serangan presisi dilakukan oleh jet tempur Israel dengan dukungan sistem AS menggunakan pesawat F‑35 Adir stealth fighter dan F-15 Ra'am strike aircraft dengan jenis senjata yang disebut Bunker-buster precision bomb, Cruise missile jarak jauh, Guided JDAM (Joint Direct Attack Munition, alias "bom pintar buatan Boeing yang mengubah bom konvensional menjadi senjata presisi berpemandu GPS dan inersial) yang membuat serangan hanya berlangsung sekitar 60 detik.

Keenam, target utama adalah Bunker Pemimpin Iran bawah tanah yang memiliki Command center militer untuk Ruang komunikasi strategis. Beberapa hari setelah gugurnya Ali Khamenei, 50 jet tempur Israel kembali menyerang bunker tersebut dan menjatuhkan sekitar 100 bom untuk total menghancurkannya. Selain almarhum, beberapa pejabat IRGC juga tewas, termasuk penasihat keamanan nasional dan anggota keluarga. istri Khamenei juga akhirnya meninggal beberapa hari kemudian akibat luka dari serangan tersebut. Respons Iran setelah serangan adalah melakukan balasan besar dengan serangan rudal ke Tel Aviv dan Fasilitas militer Israel sekaligus Pangkalan AS di Timur Tengah.

Ketujuh, teknologi militer yang Digunakan oleh Amerika Serikat adalah Pesawat F‑35 Lightning II, B‑2 Spirit stealth bomber dan F/A‑18 Super Hornet dengan senjata Tomahawk dan Delillah cruise missile, JDAM smart bomb dan Bunker buster GBU-28 dan GBU-57. Sistem satelit pengintai dengan Cyber warfare dan Electronic warfare. Sementara Israel menggunakan teknologi unggulan Iron Dome, David’s Sling dan Arrow-3 anti ballistic missile. Pesawat utama yang digunakan F-35I Adir dan F-15I. Sedangkan Iran memanfaatkan kekuatan Rdal balistik Shahab-3, Sejjil, Emad, Drone Sahed-136 dan Mohajer-6. Didamping itu juga tetap menggunakan pertahanan udara Bavar-373 dan S-300 Rusia.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya