Banjir Surut, Warga Kebon Pala Jaktim Bersihkan Rumah dari Lumpur

Niko Prayoga , Jurnalis
Minggu 08 Maret 2026 17:50 WIB
Warga Kebon Pala Jaktim Bersihkan Rumah (foto: Okezone)
Share :

JAKARTA – Sejumlah warga di RT 13 RW 04 dan RT 11 RW 05, Kebon Pala, Jakarta Timur, mulai membersihkan rumah dan lingkungan mereka setelah debit air banjir yang sempat merendam permukiman tersebut sejak Sabtu (7/3/2026) berangsur surut.

Meski beberapa ruas jalan permukiman masih tergenang dengan ketinggian sekitar 25 sentimeter, warga tampak mulai membersihkan lumpur yang mengendap di jalanan agar aliran air dapat segera surut total dan kembali mengalir ke Kali Ciliwung.

Ketua RT 13 RW 04, Sanusi, mengatakan warga mulai membersihkan rumah mereka sejak pukul 08.00 WIB setelah air banjir mulai surut sekitar pukul 05.00 WIB.

“Tadi sekitar jam lima sudah mulai surut. Jam delapan pagi warga sudah mulai bersih-bersih. Saat air surut, kita langsung bareng-bareng membersihkan supaya lumpurnya tidak terlalu tebal,” kata Sanusi, Minggu (8/3/2026).

Ia menuturkan sebelumnya ketinggian air di permukiman tersebut sempat mencapai 150 sentimeter. Banjir terjadi akibat meluapnya Kali Ciliwung yang membawa kiriman air dari wilayah Depok dan Bogor. Kondisi itu diperparah oleh hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak malam sebelumnya.

 

Sanusi menceritakan air mulai naik sejak pukul 17.30 WIB saat warga bersiap melaksanakan buka puasa. Awalnya ketinggian air sekitar 25 sentimeter, kemudian terus meningkat hingga mencapai 150 sentimeter pada pukul 03.00 WIB.

“Kemarin sekitar pukul 17.30 air mulai naik. Awalnya cuma sekitar 25 sentimeter. Semakin malam hujan makin deras, air terus naik sampai 150 sentimeter sekitar jam tiga pagi,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu warga RT 11 RW 05, Wira (50), mengaku banjir yang kerap melanda wilayah tersebut membuat dirinya pasrah karena sudah menjadi langganan setiap kali hujan deras atau ketika Kali Ciliwung meluap.

“Kalau hujan deras dari Bogor seharian biasanya pasti banjir. Sudah biasa juga jadinya. Mau bagaimana lagi, pindah juga tidak mudah,” ungkap Wira.

Ia berharap program normalisasi Kali Ciliwung yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat segera direalisasikan agar banjir tidak lagi melanda permukiman warga.

“Katanya mau dibuat tanggul di bantaran kali. Mudah-mudahan nanti sudah tidak banjir lagi,” pungkasnya.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya