Menurut siaran tersebut, usulan ini merupakan balasan langsung terhadap langkah strategis Amerika Serikat baru-baru ini. Pejabat militer Iran menuduh Presiden Trump mempertimbangkan untuk mengambil alih Selat Hormuz demi mengamankan jalur pelayaran komersial secara sepihak.
Dengan menghadirkan jaminan alternatif bagi pengiriman barang asing, Teheran berusaha memaksa pemerintah sekutu maupun non-blok ke posisi diplomatik yang sulit. Ultimatum itu menuntut agar ibu kota negara asing memilih antara mempertahankan hubungan diplomatik dengan Washington dan Israel, atau memastikan transit pasokan energi vital mereka tetap aman melalui Teluk.
Pernyataan IRGC menegaskan bahwa hanya negara-negara yang mematuhi aturan ini yang akan terhindar dari ancaman terhadap pengiriman barang.
Iran baru saja menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru, menggantikan ayahnya Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan AS dan Israel pada 28 Februari 2026. Kepemimpinan baru ini tampaknya tidak berminat mengurangi tuntutan terhadap AS dan menolak gencatan senjata.