“Ini merupakan bentuk kehadiran negara sekaligus layanan kami kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” ujar Abu Rokhmad.
Ia menambahkan, masjid-masjid yang terlibat dalam program tersebut berada di jalur mudik strategis dan telah dikoordinasikan dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama di berbagai daerah untuk memastikan kesiapan fasilitasnya.
Selain masjid, berbagai rumah ibadah lintas agama juga membuka diri sebagai tempat singgah bagi para pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat selama perjalanan.
Menurut Abu Rokhmad, keterlibatan berbagai rumah ibadah tersebut menunjukkan semangat kepedulian dan kerukunan antarumat beragama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Rumah ibadah pada dasarnya bersifat terbuka dan inklusif. Melalui kolaborasi ini, masyarakat yang sedang melakukan perjalanan dapat memperoleh tempat singgah yang aman dan nyaman,” pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )