JAKARTA – Kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Gerald R. Ford terbakar saat menjalankan operasi di Timur Tengah, sebagai bagian dari perang AS–Israel melawan Iran. Kebakaran tersebut menyebabkan lebih dari 600 anggota militer awak kapal kehilangan tempat tidur, menurut laporan New York Times pada Senin (16/3/2026).
Kebakaran terjadi di ruang cuci kapal induk tersebut minggu lalu, dan para pejabat militer mengatakan butuh waktu lebih dari 30 jam bagi anggota kru untuk memadamkannya.
Puluhan anggota militer dilaporkan menghirup asap, dan dua orang dirawat karena cedera yang "tidak mengancam jiwa."
Anggota kru yang kehilangan tempat tidur kini dilaporkan tidur di lantai dan meja. Karena kebakaran berasal dari area cuci utama, para pelaut tidak memiliki akses untuk mencuci pakaian mereka.
Kapal induk tersebut, bersama dengan 4.500 pelaut dan pilot tempurnya, diperintahkan dari Mediterania ke Karibia pada 24 Oktober tahun lalu oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Langkah ini merupakan bagian dari peningkatan kekuatan militer AS yang lebih luas, bertujuan meningkatkan tekanan pada Presiden Venezuela Nicolás Maduro sebelum penangkapannya pada awal Januari.