Bahkan, Edi harus tetap melayani para penumpang hingga kembali ke tempat rantau saat arus balik Lebaran. Hal itu membuat Edi lama tak jumpa keluarga.
"Iya, sampai arus balik masih di jalan. Kadang bisa istirahat kalau muatan tidak terdesak, tapi kalau harus kejar setoran, ya lanjut lagi," tuturnya.
Namun, semua lelah dan rindu itu seakan terbayar lunas oleh satu hal sederhana: ucapan terima kasih dari penumpang. Ketika para perantau tiba di tujuan dengan selamat dan mengucapkan terima kasih, ada kebanggaan yang membuncah di dalam dadanya.
"Oh, ada (ucapan terima kasih dari penumpang). Itu menjadi sebuah kebanggaan bagi kami," katanya.
(Erha Aprili Ramadhoni)