Anies juga menilai peristiwa tersebut tidak mungkin dilakukan secara sporadis oleh satu atau dua orang, melainkan menunjukkan indikasi kuat adanya perencanaan dan pengorganisasian.
“Dari awal ini bukan kriminal biasa. Tidak mungkin hanya dikerjakan oleh satu atau dua orang secara sporadis. Ini terlihat sekali terencana dan terorganisir,” ujarnya.
Ia berharap negara hadir untuk membuktikan komitmennya dalam melindungi kebebasan berbicara, menjaga demokrasi, serta menegakkan keadilan.
Anies pun mendesak agar proses penyelidikan tidak berhenti pada pelaku lapangan, tetapi mampu mengungkap pihak yang memberi perintah beserta motif di baliknya.
“Peristiwa ini harus diselidiki sampai pada pemberi perintahnya, dan harus dielaborasi mengapa ada perintah itu,” pungkasnya.
(Awaludin)