“Kita menyatakan siap mengirim pasukan perdamaian sesuai kebutuhan,” katanya.
Prabowo menambahkan, pemerintah akan tetap mengikuti perkembangan ke depan. Jika pembangunan kembali Gaza dapat dimulai, kemungkinan kontribusi Indonesia akan dipertimbangkan.
“Kalau gencatan senjata berhasil dan pembangunan dimulai, bukan tidak mungkin Indonesia ikut serta. Kita punya Baznas, dan sebelumnya juga sudah membangun rumah sakit serta berbagai bantuan lainnya di sana,” jelasnya.
Namun demikian, ia kembali menegaskan bahwa tidak ada komitmen untuk membayar iuran sebagai anggota BoP. “Tidak ada komitmen sama sekali,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )