Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menegaskan kembali pernyataannya, menulis di X bahwa infrastruktur penting dan fasilitas energi di Timur Tengah dapat "hancur secara permanen" jika pembangkit listrik Iran diserang.
Diketahui, sebelumnya Trump memperingatkan Iran untuk membuka Selat Hormuz sepenuhnya dalam 48 jam.
"Jika Iran tidak SEPENUHNYA MEMBUKA, TANPA ANCAMAN, Selat Hormuz, dalam waktu 48 JAM dari saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai PLTU mereka, DIMULAI DENGAN YANG TERBESAR TERLEBIH DAHULU!" kata Trump di platform Truth Social miliknya, Sabtu (21/3/2026).
Lebih dari 2.000 orang tewas selama perang yang dilancarkan AS dan Israel pada 28 Februari, yang telah mengguncang pasar, meningkatkan biaya bahan bakar, memicu kekhawatiran inflasi global, dan mengguncang aliansi Barat pascaperang.
(Erha Aprili Ramadhoni)