Pihaknya memprediksi arus balik Lebaran ini akan berlangsung selama tiga hari. Oleh karena itu, Rivan mengimbau masyarakat yang masih berada di kampung halaman untuk mengatur waktu perjalanan kembali ke Jabotabek dengan menghindari puncak arus balik.
"Puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret 2026," katanya.
Ia menyarankan bagi pengguna jalan yang memiliki fleksibilitas waktu, dapat menggeser perjalanan kembali ke Jabotabek pada periode pemberlakuan Work From Anywhere (WFA) pada 25–27 Maret 2026. Hal ini agar tidak terjadi kepadatan kendaraan saat puncak arus balik.
(Arief Setyadi )