Laporan tersebut menyatakan bahwa anak itu menderita luka bakar akibat rokok serta luka tusuk di kakinya yang disebabkan oleh paku.
Anak itu dibebaskan sekitar 10 jam kemudian dan diserahkan kepada keluarganya melalui Komite Internasional Palang Merah di Al-Maghazi, sementara ayahnya tetap ditahan oleh Israel.
Keluarga tersebut telah mengajukan permohonan kepada organisasi internasional untuk campur tangan guna mengamankan pembebasan sang ayah agar ia dapat terus menerima perawatan medis.
Israel telah melakukan ratusan pelanggaran gencatan senjata sejak Oktober 2025, menewaskan sedikitnya 680 warga Palestina dan melukai 1.813 lainnya.