Pada awal konflik, Iran sempat memperingatkan bahwa kapal apa pun yang mencoba melintas akan menghadapi serangan. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, pejabat Teheran menegaskan jalur air tersebut tetap terbuka, kecuali bagi “musuh.”
Terhambatnya aktivitas pelayaran di selat itu telah memicu lonjakan harga energi global, dengan beberapa analis memperkirakan harga minyak bisa naik hingga USD150 atau bahkan USD200 per barel jika jalur air tersebut tetap tertutup.
Setelah berfluktuasi di atas USD100 per barel selama sebagian besar Maret, minyak mentah Brent—patokan minyak internasional—turun lebih dari 9 persen pada Rabu setelah The New York Times, kantor berita Reuters, dan Channel 12 Israel melaporkan bahwa pemerintahan Trump telah mengirimkan rencana 15 poin kepada Iran untuk mengakhiri perang.
(Rahman Asmardika)